Senin, 30 Maret 2020
Kamis, 20 Februari 2020
Apakah measurement configuration dan measurement report ?
Apakah measurement itu?
Kita singkat meas aja ya,
Meas terdiri dari 2 yaitu meas configuration dan meas report.
Keduanya digunakan oleh UE ketika melakukan pengukuran dan reporting kekuatan sinyal yang diterima dari cells. Kita tau alurnya yaitu RRC Connection Reconfiguration, lalu RRC Connection Reconfiguration Complete, dan akhirnya measurement report.
Ilmu Planning Optim Telekomunikasi
Meas Configuration mengindikasikan meas information apa yang hendak dilaporkan dan diprovide oleh enodeB ke UE. Meas config ini dikirimkan oleh eNB ke UE melalui RRC Connection Reconfiguration Message ketika sudah establish.
Measnya bisa berupa interfrequency, intrafrequency atau IRAT (intersystem)
Measnya bisa berupa interfrequency, intrafrequency atau IRAT (intersystem)
UE bisa mendapatkan informasi sebuah MEAS configuration yang termasuk Meas Object, Meas Identities, Reporting Configurations, Quantity Configurations, dan Meas Gap Configuration.
1. Meas Object : objeknya menyediakan informasi tentang EUTRA cell yang hendak diukur oleh UE termasuk di sana ada PCI, black list cell ID, offset value tiap cell, freq channel number, dll. Untuk yg blacklist cell ini tidak dipertimbangkan di meas report atau event evaluation.
2. Reporting Configuration : ini untuk triggering event seperti A1,A2,A3,A4 dst. juga CGI untuk ANR. Report interval dalam ms juga termasuk di sini. Dan report amount (r1,r2,r4,r8,r16,r32,r64,infinity)
1. Meas Object : objeknya menyediakan informasi tentang EUTRA cell yang hendak diukur oleh UE termasuk di sana ada PCI, black list cell ID, offset value tiap cell, freq channel number, dll. Untuk yg blacklist cell ini tidak dipertimbangkan di meas report atau event evaluation.
2. Reporting Configuration : ini untuk triggering event seperti A1,A2,A3,A4 dst. juga CGI untuk ANR. Report interval dalam ms juga termasuk di sini. Dan report amount (r1,r2,r4,r8,r16,r32,r64,infinity)
3. Meas ID : ini buat reference number dalam meas report. (range 1-32). Meas ID = Meas Object ID + Report Config ID
4. Quantity Config: nilai ini untuk diukur oleh UE2. Menandakan banyaknya jumlah meas
5. Meas Gap : menunjukkan interval neighbor cell mana untuk diukur oleh UE. Pada Intra freq neigh meas, UE dapat mengukur neighbor cell tanpa menggunakan meas gap. Di samping itu, pada inter freq neighbor meas, UE harus synchronize dengan frekuensinya neighbor cell dan kemudian mengukur signal strenghtnya menggunakan meas gap selama periode idle UL atau DL
4. Quantity Config: nilai ini untuk diukur oleh UE2. Menandakan banyaknya jumlah meas
5. Meas Gap : menunjukkan interval neighbor cell mana untuk diukur oleh UE. Pada Intra freq neigh meas, UE dapat mengukur neighbor cell tanpa menggunakan meas gap. Di samping itu, pada inter freq neighbor meas, UE harus synchronize dengan frekuensinya neighbor cell dan kemudian mengukur signal strenghtnya menggunakan meas gap selama periode idle UL atau DL
Dan terakhir Meas Report triggering, ini untuk event A1,A2,A3,A4,A5, kriteria untuk EUTRA. Dan B1,B2 untuk inter RAT meas report.
Event A3 adalah yg paling sering digunakan untuk triggering handover.
dah sekian dulu.
Semoga menambah pemahaman tentang Meas.
Event A3 adalah yg paling sering digunakan untuk triggering handover.
dah sekian dulu.
Semoga menambah pemahaman tentang Meas.
Sumber :
https://web.telegram.org/#/im?p=@NPOtelekom
Bagaimana cara mengaktifkan Idle Mode Mobility dari LTE ke teknologi di bawahnya dan Intra LTE via X2
Sekilas knowledge di hari ini. Bagaimana cara mengaktifkan Idle Mode
Mobility dari LTE ke teknologi di bawahnya dan Intra LTE via X2 (ini
untuk Nokia)
Idle Mode Mobility dari LTE ke WCDMA :
1. Aktifkan SIB6. SIB6 mengandung informasi tentang UTRA frequencies dan UTRA neighbor cells
2. Create UFFIM (Utran FDD Frequency Idle Mode) Parameters. Hingga 16 Freq Group dari WCDMA FDD dapat dibroadcast.
Idle Mode Mobility dari LTE ke GSM :
1. Aktifkan SIB7. mengandung informasi tentang frekuensi GERAN untuk cell reselection. Parameter-parameternya digrupkan dalam GFFIM dan GNFL object.
2. Create GFIM & GNL
GFIM = GERAN Frequency Idle Mode Parameters. GNFL = GERAN Neighbor Frequency List Parameters. Juga hingga 16 GERAN frequency layers dapat dibroadcast.
Intra LTE Connected Mode Mobility via X2
1. Create LNADJ. Yang dibutuhkan dari neighbor adalah c-plane IP Address dan eNB-ID
2. Create LNADJL dan LNREL. Jika X2nya aktif maka LNADJL akan tercreate otomatis oleh sistem, begitu pulan LNRELnya.
Sumber :
https://web.telegram.org/#/im?p=@NPOtelekom
Idle Mode Mobility dari LTE ke WCDMA :
1. Aktifkan SIB6. SIB6 mengandung informasi tentang UTRA frequencies dan UTRA neighbor cells
2. Create UFFIM (Utran FDD Frequency Idle Mode) Parameters. Hingga 16 Freq Group dari WCDMA FDD dapat dibroadcast.
Idle Mode Mobility dari LTE ke GSM :
1. Aktifkan SIB7. mengandung informasi tentang frekuensi GERAN untuk cell reselection. Parameter-parameternya digrupkan dalam GFFIM dan GNFL object.
2. Create GFIM & GNL
GFIM = GERAN Frequency Idle Mode Parameters. GNFL = GERAN Neighbor Frequency List Parameters. Juga hingga 16 GERAN frequency layers dapat dibroadcast.
Intra LTE Connected Mode Mobility via X2
1. Create LNADJ. Yang dibutuhkan dari neighbor adalah c-plane IP Address dan eNB-ID
2. Create LNADJL dan LNREL. Jika X2nya aktif maka LNADJL akan tercreate otomatis oleh sistem, begitu pulan LNRELnya.
Sumber :
https://web.telegram.org/#/im?p=@NPOtelekom
Senin, 03 Februari 2020
5G Free Webinar Introducing Naos, Automation Platform for RAN Planning and Optimisation using Atoll
|
|
Feb 11 and 13 - Join our webinar about Naos, a scalable, service-oriented platform that enables the automation of wireless network planning and optimisation processes.It is fully compatible with Atoll and uses the same field-proven calculation algorithm.Naos provides mobile operators with a framework for designing and developing their own automated RAN planning and optimisation workflows. Typical use cases include 5G site selection, business planning, process-oriented radio planning and optimisation, dedicated optimisation applications and more. During this webinar, we will be presenting Naos, as well as automation use cases. Agenda:
Sign up now! February 11, 2020 9am (Paris)/3am (New-York)/3pm (Hong Kong) 5pm (Paris)/11am (New-York)/11pm (Hong Kong) February 13, 2020 9am (Paris)/3am (New-York)/3pm (Hong Kong) 5pm (Paris)/11am (New-York)/11pm (Hong Kong) URL : https://register.gotowebinar.com/rt/2781417376688194051 |
Senin, 13 Januari 2020
Rabu, 01 Januari 2020
Free E-Book 5G Wireless Technologies
Mobile data traffic is expected to exceed traffic from wired devices in
the next couple of years. This emerging future will be empowered by
revolutionary 5G radio network technologies with a focus on
application-driven connectivity, transparently deployed over various
technologies, infrastructures, users and devices to realise the vision
of 'the Internet of Everything'. This book presents a roadmap of 5G,
from advanced radio technologies to innovative resource management
approaches and novel network architectures and system concepts.URL : https://www.academia.edu/35840590/5G_Wireless_Technologies?source=swp_share
Senin, 02 Desember 2019
5G Network Abbreviations and Terminologies
Di bawah ini adalah daftar beberapa terminologi dan singkatan yang digunakan dalam 5G NR. Tim kami terus memperbaruinya. Kunjungi secara teratur untuk menghubungi terminologi dan singkatan baru terkait 5G.
New RAN: Jaringan Akses Radio yang dapat mendukung NR / E-UTRA atau keduanya dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan Next Generation Core Network (NG-CN). NG-C / U adalah antarmuka Control / User Plane menuju NG-CN
gNB: BTS Radio Baru (NR) yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan 5G Core dinamakan sebagai NG-CN melalui antarmuka NG-C / U (NG2 / NG3) serta Core 4G yang dikenal sebagai Evolved Packet Core (EPC) melalui S1 Antarmuka -C / U.
eLTE eNB: eLTE eNB adalah eNodeB yang dikembangkan yang dapat mendukung konektivitas ke EPC dan juga NG-CN
Non-standalone NR: Ini adalah konfigurasi penyebaran Jaringan 5G, di mana gNB membutuhkan LTE eNodeB sebagai jangkar untuk konektivitas pesawat kontrol ke 4G EPC atau eLTE eNB sebagai jangkar untuk konektivitas pesawat kontrol ke NG-CN
Standalone NR: Ini adalah konfigurasi penyebaran Jaringan 5G di mana gNB tidak memerlukan bantuan untuk konektivitas ke Jaringan inti, ia dapat terhubung sendiri ke antarmuka NG-CN melalui NG2 dan NG3
E-UTRA Non-standalone: Ini adalah konfigurasi penyebaran Jaringan 5G di mana eLTE eNB membutuhkan gNB sebagai jangkar untuk konektivitas pesawat kontrol ke NG-CN.
Standalone E-UTRA: Ini adalah penyebaran jaringan 4G khas di mana 4G LTE eNB terhubung ke EPC
Xn Interface: Ini adalah antarmuka logis yang menghubungkan node RAN baru yaitu menghubungkan gNB ke gNB dan eLTE eNB ke gNB dan sebaliknya.
New RAN: Jaringan Akses Radio yang dapat mendukung NR / E-UTRA atau keduanya dan memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan Next Generation Core Network (NG-CN). NG-C / U adalah antarmuka Control / User Plane menuju NG-CN
gNB: BTS Radio Baru (NR) yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan 5G Core dinamakan sebagai NG-CN melalui antarmuka NG-C / U (NG2 / NG3) serta Core 4G yang dikenal sebagai Evolved Packet Core (EPC) melalui S1 Antarmuka -C / U.
eLTE eNB: eLTE eNB adalah eNodeB yang dikembangkan yang dapat mendukung konektivitas ke EPC dan juga NG-CN
Non-standalone NR: Ini adalah konfigurasi penyebaran Jaringan 5G, di mana gNB membutuhkan LTE eNodeB sebagai jangkar untuk konektivitas pesawat kontrol ke 4G EPC atau eLTE eNB sebagai jangkar untuk konektivitas pesawat kontrol ke NG-CN
Standalone NR: Ini adalah konfigurasi penyebaran Jaringan 5G di mana gNB tidak memerlukan bantuan untuk konektivitas ke Jaringan inti, ia dapat terhubung sendiri ke antarmuka NG-CN melalui NG2 dan NG3
E-UTRA Non-standalone: Ini adalah konfigurasi penyebaran Jaringan 5G di mana eLTE eNB membutuhkan gNB sebagai jangkar untuk konektivitas pesawat kontrol ke NG-CN.
Standalone E-UTRA: Ini adalah penyebaran jaringan 4G khas di mana 4G LTE eNB terhubung ke EPC
Xn Interface: Ini adalah antarmuka logis yang menghubungkan node RAN baru yaitu menghubungkan gNB ke gNB dan eLTE eNB ke gNB dan sebaliknya.
Langganan:
Postingan (Atom)