dengan memanfaatkan teknologi WAP untuk data transfer harga komoditas
tanaman pangan dan usaha pemberdayaan para pelaku pasar, maka proses
pengumpulan dan pembaharuan data yang dilakukan oleh Dinas Pertanian
Tanaman Pangan Kabupaten Banyumas lebih efisien sehingga data yang
dibutuhkan selalu up to date. Di sisi pasar, kelompok perdagangan,
petani, dan konsumen dapat selalu melakukan monitoring dan memperbarui
harga dengan mudah. Dari pemutakhiran data, mereka dapat menggunakan
kembali informasi analisis perilaku konsumen dan pasar tindakan. Dengan
menggunakan WAP penulis merancang sebuah aplikasi WAP pertanian harga
komoditas tanaman dengan menggunakan WML, PHP, dan MySQL. Untuk server
lokal hanya membutuhkan aplikasi web server. Dan untuk pelaksanaan
kegiatan di sektor riil diperlukan server yang terhubung dengan jaringan
internet sehingga dapat mengakses lewat ponsel klien.
PDF Files
Sabtu, 18 April 2015
PERENCANAAN COVERAGE DAN KAPASITAS TRAFIK CDMA2000 1X
Perencanaan coverage dan kapasitas trafik CDMA2000 1X dilakukan untuk
mengetahui seberapa besar cakupan area yang harus disediakan berdasarkan
besarnya kapasitas trafik yang hendak dicapai pada suatu daerah
implementasi. Perencanaan ini diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan
sumber daya yang tersedia, sehingga dimasa yang akan datang dapat
digunakan secara efektif dan efisien. Besar kapasitas trafik suatu
daerah implementasi didapatkan dari perhitungan prediksi pertambahan
jumlah pelanggan hingga beberapa tahun kedepan, perhitungan ini
merupakan faktor yang sangat penting dalam perencanaan jaringan karena
menentukan kebijaksanaan dan strategi dalam pengembangan sistem untuk
mengantisipasi pertumbuhan pelanggan agar kelak semua target pelanggan
dapat terlayani. Penulis menggunakan suatu program simulasi Delphi 7
untuk mempermudah perhitungan dalam perencanaan coverage dan kapasitas
trafik CDMA2000 1X
PDF Files
PDF Files
Analisa Dan Perencanaan Fiber To The Home (Ftth) Pada Survey Homepass Sto Solo Di Area Klaten Selatan, Analisa Dan Perencanaan Fiber To The Home (Ftth) Pada Survey Homepass Sto Solo Di Area Klaten Selatan
This research discusses about the FTTH network planning in Solo area. Fiber to the Home
(FTTH) is a format for optical signal transmission from the central provider (provider) to the user
area by using an optical fiber as a transmissi on medium. The development of fiber optic technology can replace the use of copper wires. Fiber optics has become a very easy method for data transmission that is free from interference and fast , fiber optics is not problematic on electromagnetic interference and temperature changes. This study aims to select and place devices for Fiber To The Home Network as well as analyzing the transmission power link budget parameters corresponding technical requirements to meet the standards in the area of Solo. Results FTTH design planning can be seen that in scenario 1: 2 1:16 fewer require e
quipment such as cable distribution and use of the ODP of 2.94 km total of 39 pieces, that means that fewer expenses to be incurred by the company.
Link power budget analysis results indicate that the design of the 3 scenarios 1:32, 1: 4 1: 8, and 1: 2 1:16 meets the standards of good quality. Average damping obtained in this plan is 20-21 dB means FTTH network planning made good on this design because the damping value is not more than 28 dB
(FTTH) is a format for optical signal transmission from the central provider (provider) to the user
area by using an optical fiber as a transmissi on medium. The development of fiber optic technology can replace the use of copper wires. Fiber optics has become a very easy method for data transmission that is free from interference and fast , fiber optics is not problematic on electromagnetic interference and temperature changes. This study aims to select and place devices for Fiber To The Home Network as well as analyzing the transmission power link budget parameters corresponding technical requirements to meet the standards in the area of Solo. Results FTTH design planning can be seen that in scenario 1: 2 1:16 fewer require e
quipment such as cable distribution and use of the ODP of 2.94 km total of 39 pieces, that means that fewer expenses to be incurred by the company.
Link power budget analysis results indicate that the design of the 3 scenarios 1:32, 1: 4 1: 8, and 1: 2 1:16 meets the standards of good quality. Average damping obtained in this plan is 20-21 dB means FTTH network planning made good on this design because the damping value is not more than 28 dB
PDF File
Analisa Pengaruh Interferensi Terhadap Availability pada Jaringan Transmisi Microwave Menggunakan Software PATHLOSS 5.0 Studi Kasus di PT. Alita Praya Mitra
Abstract:
Dalam melakukan transmisi gelombang mikro terdapat pengaruh interferensi dan redaman, maka banyak propagasi yang tidak bebas pandang (Line of Sigh). Oleh karena itu dibutuhkan suatu perhitungan dan pengecekan suatu jaringan transmisi agar nilai interferensi tidak berpengaruh besar terhadap nilai availability yang seharusnya, ada beberapa cara untuk menghindari bahkan menghilangkan kasus interferensi adalah dengan mengganti sub-band dan mengganti sistem polarisasi pada antenna microwae. Pada jaringan transmisi milik PT.XL Axiata Banten terjadi suatu kasus interferensi, yaitu pada Hop link Panimbang-Labuan-Cigeulis dikarenakan menggunakan frekuensi yang sama dan sub-band yang sama. Dari hasil RF Scanning terlihat bahwa pada link tersebut memang terindikasi interference. Oleh karena itu dengan menggunakan software pathloss 5.0 akan dapat dilakukan suatu analisa suatu link atau jaringan yang terinterferensi. Sehingga dapat mengurangi dan mengatasi suatu kasus interferensi yang terjadi, dan nilai availability suatu link dapat bernilai baik. Pada saat interferensi nilai availabilitynya adalah 97.93992% . Optimasi yang dilakukan nantinya akan ada pergantian perangkat Outdor Unit (ODU) atau mengganti polarisasi antenna antara vertical atau horizontal dan dengan mangganti kanal frekuensi subband yang digunakan. Optimasi yang dilakukan adalah mengganti kanal frekuensi yang tadinya menggunakan 1h (high) - 1l (low) yaitu frekuensi 7.747,70 MHz-8.059,02 MHz menjadi kanal frekuensi 3h (high) – 3l (low) yaitu frekuensi 7.807,00 MHz-8.118,32 MHz. Dengan demikian interferensi yang ada pada sistem transmisi akan hilang. Kemudian setelah di optimasi nilai availability menjadi 99.99993%.PDF File
Kamis, 04 September 2014
Movie : Step By Step BTS Installation
0 Overview–Installation Flow
1 Engineering Preparation
2 Unpacking for Inspection
3 Precautions in Conveying
4. Installing Cabinet ZTE BTS Installation
5. Installing Internal Cables of Cabinet
6 Installing External Cables of Cabinet
7 Installing Power Cable and Ground Cable BTS Installation
8 Installing monitoring system
9 Installing the GPS antenna feeder
10 Installing a board
11 Checking installation of antenna pole
12 Installing the antenna
13 Feeder window installation
14 Installing feeder cables
15 Hardware Installation Check
16 Equipment power on and power off
Senin, 01 September 2014
Langganan:
Postingan (Atom)