Jumat, 22 Juni 2018

5G Channel Model for bands up to100 GHz

White paper on “5G Channel Model for bands up to100 GHz”
Contributors: 
Aalto University, AT&T, BUPT, CMCC, Ericsson, Huawei, Intel, KT Corporation, Nokia, NTT DOCOMO, New York University, Qualcomm, Samsung, University of Bristol, University of Southern California.
Document Title Version Publish Date Download PDF Download RAR
White paper
1.0
2015-12-06
Globecom’15 presentation on 5GCM white paper
1.0
2015-12-17
White paper
2.0
2016-03-09
Annex
2.0
2016-03-09
White paper
2.1
2016-05-13
White paper
2.2
2016-9-29
Annex
2.2
2016-9-29
White paper
2.3
2016-10-21
* Please contact Dr. Yi Wang (yi.wang@huawei.com) if you meet any problem in downloading.

Rabu, 13 Juni 2018

5G-NR Cell:Physical Cell ID



Like LTE, 5G NR also has synchronization signal and known as Primary Synchronization signal (PSS) and Secondary Synchronization signal (SSS). These signals are specific to NR physical layer and provides following information required by UE for downlink synchronization.
  • PSS provides Radio Frame Boundary ( Position of 1st Symbol in a Radio frame)
  • SSS provides Subframe Boundary (Position of 1st Symbol in a Subframe)
  • Physical Layer Cell ID (PCI) information using both PSS and SSS
Physical Layer Cell ID
In 5G New Radio, there are 1008 unique physical-layer cell identities and it is given by

where
  • N (1) ID = Secondary Synchronization Signal (SSS) and its range is from {0, 1….335}
  • N (2) ID = Primary Synchronization Signal (PSS) and its range is from {0, 1, 2}

Physical Cell ID (PCI) Calculation:
For example a 5G-NR cell has SSS value as 303 and PSS value as 1 then Physical Cell ID will be
3 x 303 + 1 = 909 + 1= 910
Source : techplayon

5G Technology development in EUROPE

5G Technology development in EUROPE

Jumat, 16 Februari 2018

Presentasi dari penemu LoRa: Nicolas Sornin, pada The Things Conference

Presentasi dari penemu LoRa: Nicolas Sornin, pada The Things Conference awal February lalu di Belanda.  https://www.youtube.com/watch?v=jNnPTxWRNxs

Banyak hal menarik seputar LoRa dan LoRaWAN di masa datang. Saya coba rekap beberapa hal:

1. LoRa-loc
Geolocation berbasis LoRa untuk keperluan asset tracking, navigation, dll, yang sebenarnya menggabungkan beberapa teknologi radio (GNSS/GPS, WiFi, dan LoRa sendiri). Kebanyakan akan di-handle oleh software di sisi device dan cloud. Pada presentasi terpisah, Semtech merilis platform Collos, collaborative effort untuk menyediakan location API.

2. Multi-Region Devices
Berkaitan dengan geolocation, bagaimana mengetahui sebuah device berada di region yang berbeda (Europe, US, Asia), mengingat aturan frekuensi yang berbeda dari setiap region. Untuk mengetahui region dimana device berada, device harus memancarkan sinyal terlebih dahulu, tapi bisa jadi frekuensi yang dipakai untuk transmisi tidak diperbolehkan di region yang bersangkutan.

Solusinya adalah dengan menanam software stack yang jalan di device yang akan membuat chip LoRa untuk men-scan sinyal-sinyal sekitar (cell broadcast, TV, dll - chip LoRa bisa melakukan itu), dan menentukan frekuensinya. Lalu berdasarkan compact database di dalam software stack bisa diketahui region dimana device berada.

3. Security
Di dalam chip LoRa di masa datang akan sudah ter-embed unique ID dan sebuah root key, yang terdaftar di dalam Join Server (bisa di-operate oleh siapa saja dengan syarat-syarat tertentu). Dalam perjalanan manufacturing device, dan selama proses Join request ke network dan pertukaran data, tidak satu pihakpun bisa melihat key tersebut. Bahkan key tersebut tidak akan di-expose ke pengguna/pemilik device.

4. FOTA
Selain geolocation, Firmware Over The Air (FOTA) juga merupakan fitur yang ditunggu-tunggu dari teknologi LoRa/LoRaWAN. LoRa alliance menargetkan untuk mendukung multicast download dari firmware ke satu atau sekumpulan device pada saat yang bersamaan. Firmware bisa berupa full image, atau hanya berupa patch. Untuk itu, perlu teknologi pendukungnya diantaranya: firmware compression, file integrity checking, dan open source bootloader (yang memungkinkan decompression dan instalasi dari firmware atau patch).

5. Upstream Encoder
Teknologi LoRa bersifat asimetrik, yang dioptimasi untuk uplink, bukan downlink, sehingga setiap paket yang dikirim (uplink) tidak bisa selalu di-acknowledge (downlink) mengingat kapasitas downlink yang terbatas.

Upstream Encoder memungkinkan server untuk merekonstruksi "missing points" atau gap dari sekumpulan data yang dikirim. Bayangkan jika kita mengirim data sensor temperature atau koordinat lokasi setiap interval waktu tertentu, ada kemungkinkan terjadi data yang hilang di tengah-tengah. Dengan Upstream Encoder, software library di sisi device akan menambahkan redudancy dan error correction code yang memungkinkan server merekonstruksi missing points begitu paket diterima, sehingga dengan seiring waktu data points yang hilang akan mulai terlihat. Dan menariknya, semua itu tidak memerlukan acknowledge sama sekali (downlink). Dari sisi aplikasi, aplikasi kita cukup mem-publish data seperti biasanya, dan membiarkan Upstream Encoder yang mengurusi "filling the gaps" tadi.

Beberapa hal keren lainnya:
- Penghematan energi
- Kapasitas jaringan LoRaWAN
- dan Packet Broker

Silahkan tonton sendiri ya :)

It's getting exciting!

Senin, 12 Februari 2018

Huawei Digital Microwave Communication Principles

Concept and characteristics of digital microwave communications
Functions and principles of each component of digital microwave equipment
Common networking modes and application scenarios of digital microwave equipment
Propagation principles of digital microwave communication and various types of fading
Anti-fading technologies
Procedure and key points in designing microwave transmission link


Jumat, 02 Februari 2018

Software Mapinfo 11

MapInfo Professional v11.0.4 update includes important corrections to the MapInfo Professional v11.0.0 software. We recommend that all MapInfo Professional v11.0.0 users should update their version of MapInfo Professional. This patch is not valid for any pre-releases of MapInfo Professional v11.0, MapBasic, or ProViewer. There are no user interface changes, and it can be safely applied to any localized releases of MapInfo Professional v11.0.

Patch Requirements

Version:
  • MapInfo Professional 11.0, 11.0.1, 11.02 and 11.03
  • MapInfo RunTime 11.0,11.0.1, 11.02 and 11.03

Platforms

  • Windows® XP Professional SP3 (32 bit)
  • Windows® 2008 Server SP2 (32 bit)
  • Windows® 2008 R2 SP1
  • Windows® 2008 Server SP2 with XenServer 6.0
  • Windows® 7 Ultimate SP1
  • Windows® 7 Ultimate 64-bit SP1 with 32-bit compatibility mode
https://drive.google.com/file/d/1Em0zLkK4Nzf62xExRR1SP6-AhVAk-sN9/view?ts=5a70b90c

mmWave Massive MIMO

New cellular system architectures,
mmWave/massive MIMO communications,
Software-defined network architectures,
Ad hoc/mesh wireless networks,
Cognitive radio networks,
Wireless sensor networks,
Energy-constrained radios,
Distributed control networks,
Chemical Communications,
Applications of Communications in Health, Bio-medicine, and Neuroscience

My Headlines