Minggu, 26 April 2015

4g ver2

Selamat datang di 4G! Buku ini adalah buku Jilid 2 dari Buku 4G Handbook Jilid 1 yang terbit satu tahun lalu di Bulan Maret 2014. Buku ini adalah buku terbitan kedua dari Tetralogi 4G Handbook yang direncanakan akan terbit dalam kurun waktu satu tahun kedepan. Di awal bab buku ini membahas tentang pengetahuan standar yang terdapat di dunia telekomunikasi. Pada bagian 4G RF Planning buku ini membahas secara mendalam mengenai RF Planning baik di sisi Coverage Planning maupun Capacity Planning. Buku ini juga membahas secara mendalam mengenai Physical Channel baik di sisi downlink maupun uplink dimana pengetahuan tersebut sangat diperlukan untuk mengetahui secara riil kapasitas dari sebuah eNodeB. Di bagian akhir bab ada pembahasan mengenai Mobile TV dimana dengan kemajuan teknologi saat ini sudah memungkinkan terjadinya konvergensi antara Telepon Seluler, Internet dan juga televisi. 


Dibawah Ini adalah data-data pendukung untuk Buku 4G Handbook Versi 2 :

Contoh Sites :
http://www.4shared.com/office/GLr0sU9pba/sites.html

Contoh Transmitters :
http://www.4shared.com/office/ab5Cj0NTce/transmitter.html

Contoh Cells :
http://www.4shared.com/office/UeEgAnYbce/cell.html

Contoh Data Live Traffic Sector traffic map :
http://www.4shared.com/office/9Wnvvbscba/LTE_Traffic-Alfin.html

Contoh Data Subscriber  :      
http://www.4shared.com/office/PurnyEntce/Subscriber_Alfin.html


Dokumen Pendukung :

4G LTE Documents: 

http://rfoptimisation.blogspot.com/2014/02/4g-lte-documents-from-nsn.html

4G LTE LTE RF Parameter Documents for Optimization

http://rfoptimisation.blogspot.com/2014/03/lte-rf-parameter-documents-for.html

Jumat, 24 April 2015

Analisis Pengaruh Half rate dan Full Rate terhadap Speech Quality Indicator (SQI) Traffic Channel (TCH) pada Jaringan GSM

Keterbatasan kanal trafik merupakan masalah utama dalam komunikasi selular. Beberapa subscriber harus dapat menempati kanal trafik yang terbatas secara bersamaan sehingga berpengaruh pada Speech Quality Indicator (SQI), untuk mengatasinya maka Traffic Channel (TCH) dibagi menjadi dua yaitu half rate dan full rate, half rate mempunyai bit rate sebesar 6,5 Kbps dan full rate mampunyai bit rate sebesar 13 Kbps. Fitur yang digunakan untuk mengatur besarnya nilai half rate dan full rate adalah Dynamic Half Rate Allocation (DHA) dengan mengatur nilai Adaptif Multi Rate (AMR) dan Non Adaptive Multi Rate (NAMR) dalam kondisi full rate, namun ternyata mengalami kelebihan muatan trafik yang berpengaruh terhadap nilai SQI sehingga masih berada dibawah standar KPI yaitu 80%. Setelah dilakukan eksekusi nilai DHA yaitu dengan menurunkan nilai AMR dan NAMR menjadi 50% dan 80 %, nilai SQI good rate pada cell id 22377 menjadi 79,5%, pada cell id 22378 menjadi 96,42% dan pada cell id 22379 menjadi 94,09%. Nilai SQI accept rate dan nilai SQI bad rate akan menyesuaikan nilai SQI good rate. Eksekusi nilai DHA yang dilakukan tidak merubah nilai dari TCH availability, TCH¬ drop rate dan TCH total traffic, namun berpengaruh terhadap nilai TCH congestion rate pada tiap cell id sehingga menjadi dibawah standar KPI yaitu 1,1%. Parameter AMR dan NAMR merupakan solusi untuk meningkatkan nilai SQI saat terjadi pengubahan kanal dari full rate ke half rate dan dapat mempengaruhi nilai TCH congestion
Sumber : 
https://www.academia.edu/6826114/Analisis_Pengaruh_Half_rate_dan_Full_Rate_terhadap_Speech_Quality_Indicator_SQI_Traffic_Channel_TCH_pada_Jaringan_GSM

Analysis Performance in GSM 900/1800 network at area Purwokerto

"Perkembangan telekomunikasi bergerak seluler GSM menuntut adanya optimasi performansi dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu indikator mutu pelayanan yang baik adalah penyediaan kebutuhan kapasitas yang cukup untuk dapat mendukung kesuksesan panggilan dan pada gilirannya kualitas performansi tercapai. Beberapa ukuran acuan baik buruknya kualitas satu jaringan GSM dilihat pada parameter-parameter performansi GSM antara lain Trafficc Channel (TCH) Assign Success Rate, Call Success Rate, Drop Call Rate, dan Perceive Congestion Rate. Dimana Standar performansi PT.XXX adalah Trafficc Channel (TCH) Assign Success Rate > 97 %, Call Success Rate .97 %, Drop Call Rate 1.2 %, dan Perceive Congestion Rate 1.1 %. Apabila nilai dari masing-masing parameter tidak mencapai target maka dikategorikan dalam kondisi kurang Baik. Pada penelitian ini dihasilkan nilai rata-rata TCH Assign Success Rate=98,11% . Call Success Rate=91,55% , Drop Call Rate=1.24% dan Perceive Congestion Rate=1.09%. Artinya performansi di PT XXX masih dalam keadaan baik.
Sumber :
https://www.academia.edu/6826132/Analysis_Performance_in_GSM_900_1800_network_at_area_Purwokerto

Minggu, 19 April 2015

Adjacent Interference Analysis In GSM Network at Purbalingga Area

Analisa Pengaruh Interferensi Terhadap Availability pada Jaringan Transmisi Microwave Menggunakan Software PATHLOSS 5.0 Studi Kasus di PT. XXX

Dalam melakukan transmisi gelombang mikro terdapat pengaruh interferensi dan redaman, maka banyak propagasi yang tidak  bebas pandang    (Line of    Sigh). Oleh karena itu dibutuhkan suatu perhitungan dan pengecekan suatu jaringan transmisi agar nilai interferensi tidak berpengaruh besar terhadap nilai  availability  yang seharusnya, ada beberapa cara untuk menghindari bahkan menghilangkan kasus interferensi adalah dengan mengganti sub-band dan mengganti sistem polarisasi pada antenna microwae.  Pada jaringan transmisi milik PT.XL Axiata Banten terjadi
suatu kasus interferensi, yaitu pada Hop link Panimbang-Labuan-Cigeulis dikarenakan menggunakan frekuensi yang sama dan  sub-band  yang sama. Dari hasil  RF Scanning  terlihat bahwa pada  link  tersebut memang terindikasi interference. Oleh karena itu dengan menggunakan software pathloss 5.0 akan dapat dilakukan suatu analisa suatu link  atau jaringan yang terinterferensi. Sehingga dapat mengurangi dan mengatasi suatu kasus interferensi yang terjadi, dan nilai  availability  suatu link dapat bernilai baik.  Pada saat interferensi nilai availabilitynya adalah 97.93992% . Optimasi yang dilakukan nantinya akan ada pergantian perangkat Outdor Unit (ODU) atau mengganti polarisasi antenna antara vertical atau horizontal dan dengan mangganti kanal frekuensi subband yang digunakan. Optimasi yang dilakukan adalah mengganti kanal frekuensi yang tadinya menggunakan 1h (high)  - 1l (low) yaitu frekuensi 7.747,70 MHz-8.059,02 MHz menjadi kanal frekuensi 3h (high) – 3l (low) yaitu frekuensi 7.807,00 MHz-8.118,32 MHz. Dengan demikian interferensi yang ada pada sistem transmisi akan hilang. Kemudian setelah di optimasi nilai availability menjadi 99.99993%.

PDF File : http://adf.ly/1FMftD

Analisis Perbandingan Kualitas Layanan Jaringan High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) Pada Operator X dan Y Menggunakan Metode Drive Test di Area Purwokerto

Perkembangan teknologi mobile broadband saat ini mengalami kemajuan yang pesat sesuai dengan
kebutuhan manusia akan informasi. Teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang merupakan perkembangan dari teknologi WCDMA merupakan alternatif untuk layanan internet kecepatan tinggi sampai dengan 7,2 Mbps. Dengan berkembangnya jumlah pelanggan maka kualitas jaringan harus selalu ditingkatkan baik jaringan luar ruangan atau dalam ruangan. Untuk mengetahui kualitas suatu jaringan seluler dapat menggunakan metode drive test dengan melihat parameter-parameter nilai sinyal Received Signal Code Power (RSCP), Energy Chips per Noise (Ec/No). Untuk mengetahui kualitas layanan data maka dapat dilihat dari nilai troughput kecepatan maksimum dari hasil upload dan download. Hasil penelitian dan pengukuran menunjukan nilai sinyal yang diperoleh untuk operator Telkomsel dan Axis nilai terbaik untuk RSCP ≥ -92 dBm yaitu dapat mencapai target yaitu sebanyak lebih hari 80% , dan untuk Ec/No ≥ -9 dBm belum mencapai target 80%, sedangkan untuk nilai troughput maksimal operator telkomsel dan Axis dapat mencapai target 1,9 dan 1,7 Mbps untuk download dan untuk upload operator telkomsel dan Axis sebesar 407 dan 403 kbps.

PDF File :  http://adf.ly/1FMPzI

ANALISA PENERAPAN TEKNOLOGI UMTS UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN KAPASITAS PADA JARINGAN 2G (GSM) STUDI KASUS DI PT. INDOSAT. Tbk PURWOKERTO

Kebutuhan layanan data yang tinggi dan kapasitas jaringan yang lebih besar menjadi masalah yang sangat penting pada jaringan GSM. Salah satu parameter ukuran acuan baik buruknya kulitas jaringan GSM dapat dilihat pada parameter performansi MLSLOT Allocation Blocking. Nilai standar untuk parameter MLSLOT Allocation Blocking yaitu ≤ 40 % agar jaringan tersebut dinyatakan baik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diterapkan teknologi UMTS. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui bagaimana performansi jaringan 2G PT INDOSAT. Tbk Purwokerto sebelum dan setelah penerapan teknologi UMTS serta bagaimana perbandingan performansi jaringan seluler PT INDOSAT Tbk Purwokerto sebelum dan setelah implementasi jaringan UMTS. Dalam melakukan penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data-data yang diperlukan dan melakukan wawancara apabila tidak tahu kepada pembimbing. Dari penelitian diperoleh rata-rata nilai MLSlot Allocation Bocking mengalami penurunan, untuk sektor 1 mengalami penurunan rata-rata uplink 0,70 % menjadi 0,17 % turun 0,53 %, rata-rata downlink 26,49 % menjadi 14,98 % turun 11,51 % . Sektor 2 rata-rata uplink 0,24% menjadi 0,00% turun 0,24%, rata-rata downlink 5,16 % menjadi 0,04% turun 5,12 %, Sektor 3 Rata-rata uplink 0,6% menjadi 0,21% turun 0,39 %, rata-rata downlink 23,99 % menjadi 14,98% turun 9,01%.

PDF File : http://adf.ly/1FMPOv

4G Handbook Versi Bahasa Indonesia

Berangkat  dari  keterpurukan  bangsa  Indonesia  di  bidang pengembangan  teknologi  seluler,  hati  kami  tergerak  untuk menciptakan  karya  nyata  bagi  bangsa  Indonesia.  Buku  ini adalah  buku  paling  komprehensif  berbahasa  Indonesia mengenai  teknologi  seluler  4G,  hasil  kolaborasi  engineer, praktisi,  peneliti  dan  dosen  di  Indonesia.  
Buku  ini  membahas secara mendalam mengenai teknologi jaringan seluler  4G, dari konsep dasar, desain jaringan menggunakan software Atoll dan pengukuran  melalui  drivetest  untuk  mengetahui  Key Performance Indicator dari jaringan 4G yang sudah digelar.
Buku  ini  tentunya  sangat  bermanfaat  bagi  mereka  mahasiswamahasiswa  atau  freshgraduate  yang  gap  pembelajarannya sangat  jauh  dibandingkan  dengan  dunia  industri telekomunikasi.  Dan  juga  berguna  bagi  para  pelaku  industri untuk  merencanakan  dan  melakukan  implementasi
berdasarkan  knowledge  yang  didapatkan  di  bangku  kuliah. 

Buku  ini  adalah  wadah  untuk  menghilangkan  „gap'  diantara keduanya. Buku ini dibagi dalam beberapa bagian. Bagian awal buku akan dipaparkan  bagaimana  perkembangan  industri  telekomunikasi saat ini dan apa yang harus kita persiapkan untuk masa depan industri  telekomunikasi.  Bagaimana  kondisi  industri telekomunikasi  secara  global  dapat  mempengaruhi  orangorang  yang  bekerja  di  dalamnya  secara  individual.  Kedua adalah overview  mengenai kecepatan pada jaringan 2G dan 3G dan kebutuhan jaringan 4G atas permintaan data berkecepatan
tinggi oleh mobile user. Buku ini juga membahas permasalahan spektrum 4G yang akan digunakan  di  Indonesia,  teknologi  akses  jamak  OFDMA  dan SC-FDMA yang digunakan pada jaringan 4G, arsitektur jaringan 4G  juga  konsep  mobility  dan  konsep  jaringan  heterogen  yang juga  perlu  diperhitungkan  karena  pada  saat  implementasi  4G sudah  terdapat  jaringan  2G,  3G  atau  bahkan  jaringan  wifi  dan kesemuanya harus terkoneksi dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi user mobile phone. Selamat  membaca dan  apabila Anda kurang puas  dengan hasil karya buku ini kami sangat terbuka untuk saran dan kritik yang membangun.

Kunci Jawaban Buku 4G Handbook Versi Bahasa Indonesia

Kunci Jawaban Buku 4G Handbook Versi Bahasa Indonesia
PDF File : http://adf.ly/1FMghJ

Sabtu, 18 April 2015

ANALISIS QoS PADA JARINGAN MULTI PROTOCOL LABEL SWITCHING (MPLS) STUDI KASUS DI PELABUHAN INDONESIA III CABANG TANJUNG INTAN CILACAP

Perkembangan komputer saat ini berpengaruh kepada meningkatnya penggunaan jaringan komputer. Banyaknya perusahaan besar seperti Pelabuhan Indonesia III yang mengembangkan perusahaannya hingga ke daerah menjadi sebuah tantangan teknologi agar dapat memusatkan seluruh informasi pada satu pusat. VPN-MPLS merupakan solusi yang sering digunakan oleh banyak perusahaan yang memiliki banyak cabang yang terpusat, seperti Pelabuhan Indonesia III cabang Tanjung Intan Cilacap. Penggunaan MPLS tersebut memiliki banyak keuntungan, kualitas dari layanan tersebut juga harus dipastikan karena dalam pengiriman paket data yang ada, jaringan haruslah memiliki layanan yang baik dengan menyediakan bandwidth, mengatasi jitter dan delay. Kemampuan tersebut adalah QoS (Quality of Service). QoS di desain untuk membantu end user (client) menjadi lebih produktif dengan memastikan bahwa user mendapatkan performansi yang handal dari aplikasi-aplikasi berbasis jaringan. Pengambilan data menggunakan wireshark dan data diambil dari dua client, yaitu usaha dan kasir. Hasil perhitungan QoS untuk dari seluruh perhitungan delay adalah 70,569 ms/paket, sedangkan nilai rata – rata delay dari client kasir adalah 116,522 ms/paket dan client usaha 47,593 ms/paket, nilai – nilai tersebut termasuk kategori baik. Hasil perhitungan untuk jitter dari seluruh perhitungan adalah 125,491 ms/paket dan termasuk dalam kategori sedang mendekati buruk, sedangkan nilai rata – rata jitter dari client kasir adalah 193,867 ms/paket termasuk kategori buruk dan client usaha 60,865 ms/paket termasuk kategori baik. Standar yang digunakan dalam analisa hasil data adalah standar ITU-T G.114 dan standar SLA parameter dari VPN-IP MPLS Gold Telkom. Secara keseluruhan perhitungan, QoS dari kedua parameter termasuk buruk. Bila dihitung secara terpisah, QoS client usaha lebih baik dibandingkan QoS client kasir

ANALISIS PERFORMANSI JARINGAN CDMA 2000 1X STUDI KASUS DI RERESENTATIVE OFFICE YOGYAKARTA

Trafik telepon selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu, tetapi memiliki pola yang tepat untuk periode waktu tertentu. Volume trafik bervariasi dari bulan ke bulan, hari ke hari, jam ke jam, bahkan juga bervariasi dari menit ke menit. Perhitungan trafik pada jaringan CDMA dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja jaringan (Network Performance). Pada tugas akhir ini akan dibahas parameter-parameter yang mempengaruhi performansi trafik seperti Call Setup Successes Rate (CSSR), drop call, block call dan occupancy pada tahun 2009. Dari data tersebut dibandingkan dengan nilai  thershold atau nilai standart yang menjadi acuuan bagi permasalahan telekomunikasi itu sendiri. Di RO Flexi Yogyakarta nilai thereshold dari berbagai parameter yaitu: CSSR adalah (CR < 85%) dan (MJ 85% - 94%), drop call (CR > 3%) dan (MJ 1.5% - 3%), block call  (CR > 2%) dan (MJ 1.5% - 2.0%), dan occupancy (CR < 80%), maka hasil yang diperoleh dari parameter-parameter tersebut dapat diketahui rata-rata nilai performansi pada Tahun 2009 adalah CSSR 95.96%, drop call 1.12%, block call 0.47% dan occupancy 27.13%. Melihat rata-rata dari nilai parameter-parameter tersebut dapat disimpulkan bahwa performansi CDMA 2000 1x di RO Flexi Yogyakarta pada Tahun 2009 sudah optimal atau baik.
PDF File

PENERAPAN TEKNOLOGI WAP (WIRELESS APPLICATION PROTOCOL) DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFISIENSI PENGUMPULAN DATA HARGA KOMODITAS TANAMAN PANGAN di DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN KABUPATEN BANYUMAS

dengan memanfaatkan teknologi WAP untuk data transfer harga komoditas tanaman pangan dan usaha pemberdayaan para pelaku pasar, maka proses pengumpulan dan pembaharuan data yang dilakukan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Banyumas lebih efisien sehingga data yang dibutuhkan selalu up to date. Di sisi pasar, kelompok perdagangan, petani, dan konsumen dapat selalu melakukan monitoring dan memperbarui harga dengan mudah. Dari pemutakhiran data, mereka dapat menggunakan kembali informasi analisis perilaku konsumen dan pasar tindakan. Dengan menggunakan WAP penulis merancang sebuah aplikasi WAP pertanian harga komoditas tanaman dengan menggunakan WML, PHP, dan MySQL. Untuk server lokal hanya membutuhkan aplikasi web server. Dan untuk pelaksanaan kegiatan di sektor riil diperlukan server yang terhubung dengan jaringan internet sehingga dapat mengakses lewat ponsel klien.
PDF Files

PERENCANAAN COVERAGE DAN KAPASITAS TRAFIK CDMA2000 1X

Perencanaan coverage dan kapasitas trafik CDMA2000 1X dilakukan untuk mengetahui seberapa besar cakupan area yang harus disediakan berdasarkan besarnya kapasitas trafik yang hendak dicapai pada suatu daerah implementasi. Perencanaan ini diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia, sehingga dimasa yang akan datang dapat digunakan secara efektif  dan efisien. Besar kapasitas trafik suatu daerah implementasi didapatkan dari perhitungan prediksi pertambahan jumlah pelanggan hingga beberapa tahun kedepan, perhitungan ini merupakan faktor yang sangat penting dalam perencanaan jaringan karena menentukan kebijaksanaan dan strategi dalam pengembangan sistem untuk mengantisipasi pertumbuhan pelanggan agar kelak semua target pelanggan dapat terlayani. Penulis menggunakan suatu program simulasi Delphi 7 untuk mempermudah perhitungan dalam perencanaan coverage dan kapasitas trafik CDMA2000 1X

PDF Files

Analisa Dan Perencanaan Fiber To The Home (Ftth) Pada Survey Homepass Sto Solo Di Area Klaten Selatan, Analisa Dan Perencanaan Fiber To The Home (Ftth) Pada Survey Homepass Sto Solo Di Area Klaten Selatan

This research discusses about the FTTH network planning in Solo area. Fiber to the Home
(FTTH) is a format for optical signal transmission from the central provider (provider) to the user
area by using an optical fiber as a transmissi on medium. The development of fiber optic technology can replace the use of copper wires. Fiber optics has become a very easy method for data transmission that is free from interference and fast , fiber optics is not problematic on electromagnetic interference and temperature changes. This study aims to select and place devices for Fiber To The Home Network as well as analyzing the transmission power link budget parameters corresponding technical requirements to meet the standards in the area of Solo. Results FTTH design planning can be seen that in scenario 1: 2 1:16 fewer require e
quipment such as cable distribution and use of the ODP of 2.94 km total of 39 pieces, that means that fewer expenses to be incurred by the company.
Link power budget analysis results indicate that the design of the 3 scenarios 1:32, 1: 4 1: 8, and 1: 2 1:16 meets the standards of good quality. Average damping obtained in this plan is 20-21 dB means FTTH network planning made good on this design because the damping value is not more than 28 dB
PDF File

Analisa Pengaruh Interferensi Terhadap Availability pada Jaringan Transmisi Microwave Menggunakan Software PATHLOSS 5.0 Studi Kasus di PT. Alita Praya Mitra

Abstract:

Dalam melakukan transmisi gelombang mikro terdapat pengaruh interferensi dan redaman, maka banyak propagasi yang tidak bebas pandang  (Line of  Sigh). Oleh karena itu dibutuhkan suatu perhitungan dan pengecekan suatu jaringan transmisi agar nilai interferensi tidak berpengaruh besar terhadap nilai availability yang seharusnya, ada beberapa cara untuk menghindari bahkan menghilangkan kasus interferensi adalah dengan mengganti sub-band dan mengganti sistem polarisasi pada antenna microwae. Pada jaringan transmisi milik PT.XL Axiata Banten terjadi suatu kasus interferensi, yaitu pada Hop link Panimbang-Labuan-Cigeulis dikarenakan menggunakan frekuensi yang sama dan sub-band yang sama. Dari hasil RF Scanning terlihat bahwa pada link tersebut memang terindikasi interference. Oleh karena itu dengan menggunakan software pathloss 5.0 akan dapat dilakukan suatu analisa suatu link atau jaringan yang terinterferensi. Sehingga dapat mengurangi dan mengatasi suatu kasus interferensi yang terjadi, dan nilai availability suatu link dapat bernilai baik. Pada saat interferensi nilai availabilitynya adalah 97.93992% . Optimasi yang dilakukan nantinya akan ada pergantian perangkat Outdor Unit (ODU) atau mengganti polarisasi antenna antara vertical atau horizontal dan dengan mangganti kanal frekuensi subband yang digunakan. Optimasi yang dilakukan adalah mengganti kanal frekuensi yang tadinya menggunakan 1h (high) - 1l (low) yaitu frekuensi 7.747,70 MHz-8.059,02 MHz menjadi kanal frekuensi 3h (high) – 3l (low) yaitu frekuensi 7.807,00 MHz-8.118,32 MHz. Dengan demikian interferensi yang ada pada sistem transmisi akan hilang. Kemudian setelah di optimasi nilai availability menjadi 99.99993%.
PDF File

ANALISIS PERHITUNGAN CAKUPAN SINYAL SISTEM WCDMA PADA AREA KAMPUS AKADEMI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SANDHY PUTRA PURWOKERTO

ANALISIS PERHITUNGAN CAKUPAN SINYAL SISTEM WCDMA PADA AREA KAMPUS AKADEMI TEKNIK TELEKOMUNIKASI SANDHY PUTRA PURWOKERTO

My Headlines